TUESDAY, DECEMBER 01

Kita tahu bahwa dunia kita telah menelurkan begitu banyak seni dan filsafat yang tidak menghormati Tuhan. Banyak argumentasi mengatakan orang Kristen seharusnya tidak memasuki ranah ini. Sebagai anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, kita harus dengan cermat mempertimbahgkan pekerjaan kita yang bergerak dalam industri tertentu, kepada siapa kita membelanjakan uang kita, dan media apa yang kita konsumsi.

Dalam 1 Timotius 6, kita diberi instruksi yang jelas tentang apa yang harus kita hindari, tetapi kita juga diberikan banyak penjelasan. Dalam ayat 9 dan 10, apakah yang Rasul Paulus peringatkan kepada kita?

Bacalah sampai habis 1 Timotius 6. Apakah hal-hal yang dianjurkan oleh Rasul Paulus?

Perhatikan dalam 1 Timotius 6:20 bagaimana Paulus mengamarkan tentang “apa yang disebut dengan licik pengatahuan” (NKJV). Meskipun dia bekerja dari konteks yang berbeda, prinsipnya masih berlaku. Coba dan pikirkan mengenai segala informasi, ajaran, dan kepercayaan yang salah atau palsu yang telah beredar bukan hanya saat ini, tetapi sepanjang sejarah manusia. Di sini kita melihat bahwa manusia dapat saja menjadi ahli dalam membuat berbagai kesalahan.

Selama hampir 2.000 tahun, orang-orang terpandai di dunia, para ahli, percaya bahwa planet bumi ini diam tak bergerak di pusat alam semesta sementara semua bintang dan planet lain mengitarinya dalam orbit. Ilmu matematika dan sains tingkat tinggi digunakan untuk menopang kepercayaan ini, meskipun ternyata hampir semuanya salah. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa orang-orang ini adalah ahli dalam kesalahan, dan bahwa ajaran ini tentu saja adalah “apa yang disebut pengetahuan” pada saat itu.

Ilmu biologi pada zaman ini, misalnya, didasarkan pada asumsi bahwa kehidupan dimulai miliaran tahun yang lalu, secara kebetulan, tanpa Tuhan dan tanpa suatu tujuan dalam penciptaannya. Pada saat yang sama, sejumlah besar literatur ilmiah yang rumit dan terperinci telah muncul berdasarkan pengajaran ini. Pelajaran apakah yang bisa kita tarik dalam hal ini, mengenai bagaimana orang isa menjadi ahli dalam kesalahan? Bagaimanakah kesadaran akan hal ini selayaknya berdampak pada pendidikan Kristen secara umum dan pengajaran sains pada khususnya?

Berikan Komentar

%d bloggers like this: