“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. … Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. … Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepada-Nya dan diam bersama-sama dengan dia” (Yohanes 14:16,18, 23).

Kesaksian

“Apabila Anda bangun pagi, apakah Anda merasa ketidakberdayaan Anda, dan memerlukan kekuatan dari Allah? Dan apakah Anda dengan rendah hati dan sesungguhnya menyatakan kekurangan kepada Bapa surgawi? Kalau begitu, para malaikat mencatat doa-doa Anda, dan jika doa ini tidak keluar dari bibir yang berpura-pura, ketika Anda dalam bahaya tak sadar melakukan kesalahan, dan memengaruhi orang untuk melakukan kesalahan, malaikat penjaga berada di sisi Anda, mendesak Anda ke jalan yang lebih baik, memilih kata-kata untuk Anda, dan memengaruhi tindakan Anda” (Ellen White, Amanat Kepada Orang Muda, hlm. 110).

Suatu hari Sabat, saya berdiri di wastafel dapur di aula persekutuan kami, mencuci piring setelah potluck. Seorang pemudi pertukaran pelajar dari Rusia sedang mengeringkan piring. Saya tahu dia bukan seorang Kristen, jadi saya berdoa dalam hati bagaimana memanfaatkan waktu ini dengan mencuci piring bersama. “Saya punya pertanyaan untukmu, jika Anda tidak keberatan,” saya berkata kepadanya. “Tentu, ada apa?” jawabnya. “Mengapa begitu banyak orang di Rusia yang bukan Kristen?” saya bertanya kepadanya. “Anda mungkin juga bertanya kepada saya mengapa saya bukan seorang Kristen,” katanya sambil tersenyum. “Oke,” kataku dengan cara yang serupa, “mengapa Anda bukan orang Kristen?” “Saya sama sekali tidak memiliki bukti keberadaan Tuhan,” katanya tanpa basa-basi. Kemudian dia bertanya kepada saya, “Mengapa Anda seorang Kristen?” “Karena saya punya banyak bukti!” Saya menjawab. Dia tertawa dan berkata, “Oke, jadi apa bukti yang Anda miliki?” Saya kemudian memberikan kesaksian saya tentang apa yang Tuhan telah lakukan untuk saya.

“Saya punya eksperimen, jika kamu mau mencobanya,” saya melanjutkan. “Saya percaya jika Anda melakukan percobaan ini, Anda akan menemukan bukti tentang Tuhan. Saya ingin Anda meluangkan waktu untuk 30 hari ke depan membaca dari kitab Yohanes. Jika Anda selesai sebelum 30 hari sudah habis, mulailah dari awal lagi. Saya juga ingin Anda berdoa kepada Tuhan ketika tidak ada orang lain yang tahu. Bicaralah dengan-Nya hanya tentang hal-hal yang Anda ketahui, dan minta sesuatu dari Dia yang hanya Anda yang tahu apa yang Anda tanyakan itu, lalu lihat apa yang terjadi.” “OK” dia berkata, “ini akan menjadi eksperimen yang menarik.”

Sebagai seorang siswa pertukaran pelajar dia harus pergi ke mana pun keluarga angkatnya pergi sehingga dia bisa merasakan budaya mereka. Karena itu, setiap Sabat dia datang ke gereja karena itulah yang dilakukan oleh keluarga angkatnya. Dua Sabat setelah dia memulai percobaan, saya pergi menemuinya di gereja dan bertanya, “Jadi, bagaimana dengan eksperimennya?” Dia serius tetapi sangat menyenangkan ketika dia berkata, “Saya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Saya masih punya dua minggu lagi, tetapi saya sudah tidak yakin bisa mengatakan tidak ada Tuhan lagi.” “Hal itu baik untukmu,” jawab saya. “Teruskan. Saya yakin Anda akan menemukan lebih banyak bukti tentang Tuhan jika Anda tetap berpikiran terbuka.” Dia tersenyum dan berterima kasih kepada saya ketika dia pergi hari itu. Dia pulang ke Rusia sebelum 30 hari selesai, tetapi saya tahu dia dan Tuhan semakin akrab!

Bagaimana kita tinggal di hadirat Bapa, Anak, dan Roh Kudus?

  1. Kita menghabiskan waktu dalam belajar Alkitab dengan hati dan pikiran yang terbuka. Yesus adalah Firman (Yohanes 1:14 ;14:6-9), dan jika kita telah melihat Dia, kita telah melihat Bapa. Juga, Roh Kuduslah yang mengilhami Firman Allah (2 Petrus 1:21). Jadi, ketika kita membaca Alkitab dan meyakini ajaran dan janji-janjinya, kita diubah menjadi serupa dengan Yesus (2 Korintus 3:18).
  2. Selanjutnya, ketika kita berdoa kepada Tuhan, membuka hati kita kepada-Nya sebagai seorang Sahabat, Roh Kudus datang mendekat, hati kita melunak, dan roh kita siap menghadapi tantangan di depan. Saat kita berdoa, kuasa Setan atas diri kita hancur, dan kita dapat mengatasi godaannya dengan kekuatan Allah.
  3. Terakhir, ketika kita menaati Alkitab dan membagikannya kepada orang lain, kita lebih dekat ke hati Tuhan, dan batin kita merasakan kedamaian (Matius 11: 28-30).

Ayat-ayat Alkitab untuk Didoakan

  • 2 Petrus 1:21 — Roh Kudus mengilhami Alkitab. Ketika kita membaca dan menerimanya, kita tinggal di hadirat-Nya dan juga Yesus dan Bapa (Yohanes 14:23).
  • Lukas 11:11-13 — Kita meningkatkan kuasa Roh Kudus di dalam dan di sekitar kita ketika kita berdoa dan memohon kehadiran Allah.
  • Kisah 2:1-4 — Roh Kudus ingin kita membagikan apa yang telah Tuhan ajarkan kepada kita dan bagaimana Dia telah memberkati kita. Dia ingin semua orang di mana saja diselamatkan.
  • 1 Timotius 2:1-4 — Ketika kita berdoa, Roh Kudus memberkati dunia di sekitar kita dan membawa orang kepada keselamatan.
  • Kisah 5:31, 32 — Sewaktu kita menuruti apa yang diperintahkan Allah agar kita lakukan, kita meningkatkan kehadiran dan berkat Roh Kudus dalam kehidupan kita.
  • Roma 8:26 — Roh Kudus ingin membantu kita menjadi seorang pendoa. Berkat pasti akan mengikuti (2 Tawarikh 7:14).

Saran Doa

  • Bapa Surgawi yang terkasih, ciptakan di dalam diri saya lapar akan firman-Mu sehingga saya senang menghabiskan waktu bersama-Mu. Saat saya membaca Alkitab, beri saya pemahaman yang jelas tentang karakter-Mu dan kehendak-Mu untuk hidup saya.
    • Yesus, tolong kirimkan Roh Kudus ke dalam hidup saya dan jadikan saya orang yang berdoa. Ubahlah saya menjadi pendoa syafaat yang kuat sehingga banyak orang akan diselamatkan dan dibebaskan dari rantai kegelapan Setan.
    • Semoga pikiran dan hati saya selaras dengan kehendak-Mu. Buat saya berjalan dalam kepatuhan yang sempurna terhadap perintah-perintah-Mu dan seluruh Firman-Mu.
    • “Ambillah saya, ya Tuhan, sebagai milik-Mu sepenuhnya. Saya meletakkan semua rencana saya di kaki-Mu. Gunakan saya hari ini dalam pelayanan-Mu. Tinggallah bersamaku, dan biarkan semua pekerjaanku dikerjakan di dalam Engkau” (Ellen White, Steps to Christ, hlm. 70).
    • Tuhan, kami mendukung para pemimpin gereja kami di seluruh dunia. Tolong beri mereka kebijaksanaan-Mu karena mereka membuat keputusan penting dan memimpin umat-Mu.
  • Berdoalah bagi anak-anak kita. Kuatkan mereka untuk berdiri teguh bagi Engkau ketika mereka menghadapi rintangan dan tekanan. Tolonglah mereka untuk membuat pilihan yang bijaksana dan berdiri teguh bagi kebenaran (Yes. 44:3, 4).
    • Berdoalah untuk keluarga-keluarga yang dunianya dipenuhi dengan kekacauan, kesedihan, dan kebingungan.
  • Tuhan, kiranya satu kebangunan yang besar dari gereja mula-mula menjadi bagian gereja-Mu di hari-hari terakhir ini. Kiranya kami dapat berdiri bagi kebenaran meskipun langit runtuh.
    • Kami berdoa untuk tujuh nama dalam daftar doa kami. Tolonglah nyatakan kepada mereka betapa Yesus sangat mengasihi mereka.
  • Permohonan doa lainnya:

Lagu-lagu yang Disarankan       

Tiap Hari Aku S’lalu Berjalan (LSEL #449); Ku Datang Hampir Kepada-Mu (LSEL #233); Waktu Pagi Ya Tuhan Ku (LSEL #37)


Baca juga tulisan terkait dibawah ini :

One thought on “Hari 10 – Tinggal di Dalam Roh Kudus

  1. Pingback: PERAYAAN SABAT, 18 Januari 2020 | Maranatha Seventh-Day Adventist Church Official Website • Sharing • Caring • Praying

Berikan Komentar

%d bloggers like this: