Saturday, December 12

Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah

Kej. 1, 2; Kel. 16:14–29; Yes. 58: 1-14; Mat. 12: 1-13; Luk. 13: 10-17.

Ayat Hafalan “Dan Dia berkata kepada mereka, ‘Hari Sabat dijadikan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat. Karena Anak manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat’” (Markus 2: 27, 28, NKJV).

Jodie adalah satu-satunya orang Advent dalam suatu program pascasarjana, dan pilihannya untuk tidak menghadiri beberapa acara sosial pada hari Sabat membuat keyakinannya sangat nyata.

Suatu hari Gayle, salah seorang temannya, memanggilnya. Suami Gayle akan berada di luar kota selama enam pekan, dan dia bertanya apakah Jodie bersedia menghabiskan enam Jumat malam berikutnya bersamanya, karena dia tahu Jodie “tidak melakukan apa-apa” pada malam itu.

Selama empat Jumat malam berikutnya mereka makan, bermain musik bersama, saling berbagi pengalaman Kristen, dan menikmati kebersamaan. Pada akhir pekan kelima, Gayle menceritakan pada Jodie bahwa dia sedang berbelanja di pusat kota dan melihat arlojinya. “Oh, bagus”, pikirnya, “Sabat segera tiba.” Dia tiba-tiba menyadari bahwa selama empat Jumat malam terakhir dia mengalami sesuatu yang baru dalam pengalaman Kekristenannya. Dia telah tumbuh, belajar lebih banyak tentang Tuhan, dan memperdalam imannya. Sabat telah menjadi suatu kesempatan untuk pendidikan dan pengembangan pribadi.

Ini adalah kisah yang menarik tentang bagaimana kita dapat memikirkan Sabat bukan hanya sebagai suatu hari atau sebuah hari peristirahatan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan.

* Pelajarilah pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 19 Desember.

Berikan Komentar

%d bloggers like this: