SATURDAY, DECEMBER 05

Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah

Kej. 3: 19; Ul. 16: 15; Kel. 25: 10-30: 38; Gal. 5: 22-26; Pkh. 9: 10; 1 Kor. 10:31.

Ayat Hafalan“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Ketahuilah bahwa pekerjaanmu dalam persekutuan dengan Tuhan, tidaklah sia-sia (1 Korintus 15:58, NKJV).

Pekerjaan adalah ide Tuhan. Di dunia yang sempurna sebelum dosa, Tuhan memberi Adam dan Hawa tugas merawat taman (Kej. 2: 15). Sebagaimana Pencipta yang merupakan contoh rupa mereka, Adam dan Hawa dipekerjakan dalam pekerjaan yang berkreasi dan layanan penuh kasih. Jadi, bahkan di dunia yang tidak berdosa pun, dunia di mana tiada dosa, kematian dan penderitaan, umat manusia harus bekerja.

Dalam “waktu peralihan” ini (setelah dunia penciptaan yang sempurna dan sebelum dunia baru), kita diundang untuk memandang pekerjaan sebagai salah satu berkat dari Tuhan. Di antara orang Yahudi, setiap anak diajarkan suatu keterampilan. Bahkan, dikatakan bahwa seorang ayah yang tidak mengajarkan suatu keterampilan pada putranya akan membesarkan seorang penjahat. Sementara itu, Yesus, Anak Allah, menghabiskan bertahun-tahun melakukan kehendak Bapa-Nya dalam pekerjaan halal sebagai pengrajin yang terampil, di mana bisa saja la menyediakan perabot dan peralatan pertanian yang dibutuhkan oleh penduduk Nazaret (Mrk. 6: 3). Ini juga merupakan bagian dari pelatihan untuk mempersiapkan Dia bagi pelayanan-Nya. Rasul Paulus melakukan pekerjaan yang sama pentingnya ketika dia bekerja bersama Priskila dan Akwila selama satu setengah tahun sebagai pembuat tenda dengan ketika dia pada hari Sabat berorasi di bait suci (Kis. 18: 1-4; 2 Tes. 3: 8-12). Pekan ini kita akan melihat segenap pertanyaan tentang pekerjaan dan perannya dalam pendidikan Kristen.

* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 12 Desember.

Berikan Komentar

%d bloggers like this: