RENUNGAN PAGI GMAHK

Rabu, 02 Desember 2020

Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.-–Maleakhi 3: 17.

Mata Allah, yang memandang segala zaman, tertuju kepada krisis yang akan dihadapi urnat-Nya, bilamana kuasa-kuasa duniawi bersiap untuk melawan mereka. Sebagaimana tawanan yang dibuang, mereka akan takut mah oleh karena kelaparan atau oleh tindakan kekerasan. Tetapi Yang Kudus yang membelah Laut Merah di hadapan orang-orang Israel, akan menyatakan kekuasaan-Nya yang maha besar dan mengubah keadaan mereka yang tertawan. “Mereka menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, Firman Tuhan semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihi mereka sama seperti seorang menyayangi anaknya yang melayani dia” (Mal. 3: 17). Jika darah saksi-saksi Allah yang setia dicurahkan pada waktu ini, itu tidak menjadi seperti bibit yang ditabur utuk mendapatkan tuaian bagi Allah, seperti darah para syuhada dahulu. Kesetiaan mereka tidak akan menjadi suatu kesaksian yang meyakinkan orang-orang lain kepada kebenaran, karena hati yang keras telah memukul kembali gelombang­-gelombang belas kasihan sampai akhirnya belas kasihan itu tidak datang lagi.Jika orang-orang benar sekarang dibiarkan menjadi mangsa musuh-musuh mereka, hal itu akan menjadi suatu kemenangan bagi raja kegelapan.

Bilamana perlindungan hukum manusia ditarik dari mereka yang menghormati hukum Allah, akan ada suatu gerakan yang serentak untuk kebinasaan mereka di berbagai negeri. Sementara waktu yang ditetapkan di dalam surat keputusan semakin dekat, orang-orang akan berkomplot untuk menghancurkan sekte yang dibenci itu. Akan ditentukan untuk melancarkan serangan yang mematikan pada suatu malam, yang akan membungkam sama sekali suara pendapat yang berbeda dan teguran itu.

Umat Allah yang sebagian di dalam penjara, sebagian bersembunyi di daerah-daerah terpencil di hutan-hutan dan gunung-gunung–masih memohon perlindungan Ilahi, sementara di markas pasukan-pasukan bersenjata, yang didorong oleh malaikat-malaikat jahat, sedang dipersiapkan pelaksanaan pembunuhan. Sekaranglah, pada saat yang sangat penting ini, Allah Israel akan campur tangan untuk melepaskan umat-Nya.

Dengan pekik kemenangan, ejekan dan kutukan, rombongan orang-orang jahat hampir menyerang menerkam mangsa mereka, pada waktu tiba-tiba kegelapan, yang lebih gelap dari kegelapan malam, turun ke atas bumi. Pelangi yang bersinar dengan kemuliaan dari takhta Allah, meliputi segala langit dan seolah­-olah mengelilingi setiap kelompok orang yang sedang berdoa. Orang banyak yang marah itu tiba-tiba terdiam. Teriak ejekan mereka terhenti. Tujuan kegeraman mereka hendak membunuh telah dilupakan. Dengan penuh rasa takut mereka memandang lambang perjanjian Allah, dan ingin agar terlindung dari cahayanya yang luar biasa itu.-–Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 668, 670, 671.

Berikan Komentar

%d bloggers like this: