Sunday, December 13

Pernahkah Anda bertanya mengapa Allah memberi kita dua kisah penciptaan yang selaras dalam dua pasal pertama dalam kitab Kejadian? Kejadian 1 menceritakan pekan penciptaan dan keajaiban bumi yang terus bertambah saat dibentuk dan diberikan kehidupan, dan tiba pada puncaknya saat pria dan wanita diciptakan pada hari keenam. Kejadian 2 melihat kisah yang sama tetapi dari sudut pandang yang berbeda, dengan fokus khusus pada hari keenam. Di sini Adam menjadi pusat perhatian, dan semuanya seolah ada untuk dia dan pasangannya: taman, sungai, binatang, dan tentu saja, si perempuan yakni Hawa,

Penciptaan bumi ini terlalu mendalam untuk satu pencatatan saja. Pertama, kita belajar tentang Pencipta yang berkuasa dan artistik yang menciptakan keindahan yang sempurna. Lalu kita juga melihat Tuhan hubungan, yang ingin agar manusia saling mencintai serta peduli satu sama lain dan ciptaan lainnya.

Baca Kejadian 1 dan 2 dan kemudian renungkan bagaimana Sabat pertama (Kej. 2: 1–3) terkait dengan kisah penciptaan yang pertama dan juga dengan kisah penciptaan yang kedua. Bagaimanakah kesimpulan Anda dapat membantu memahami apa maksud Tuhan dalam memberkati dan menguduskan hari Sabat?

Bayangkan diri Anda sebagai Adam atau Hawa pada hari Sabat pertama itu. Ini adalah hari pertama Anda hidup, hari pertama dengan pasangan Anda, dan hari pertama dengan Tuhan. Betapa itu suatu hari yang penuh pelajaran! Anda mulai belajar tentang Tuhan yang dapat menciptakan keindahan seperti itu. Anda kagum ketika Anda melihat seekor gajah pada suatu saat dan seekor katak berikutnya, masing-masing unik. Anda tersenyum saat melihat kejenakaan jerapah atau kerbau. Anda terperangah melihat berbagai macam warna dan bentuk, terpesona oleh simponi suara alam; Anda menikmati berbagai kelezatan dalam rasa dan aroma serta menikmati menjelajahi kelezatan berbagai jenis sajian. Yang terpenting, Anda mulai belajar tentang hubungan antar sesama: tanggung jawab, kepedulian, cinta kasih. Anda mengalaminya dengan Pencipta Anda dan mempraktikkannya dengan karya ciptaan lainnya.

Sabat yang pertama ini bukanlah pengalaman pasif bagi Adam dan Hawa. Hari itu adalah kesempatan yang diciptakan Tuhan bagi mereka untuk fokus pada Pencipta dan ciptaan-Nya. Hari itu adalah waktu bagi mereka untuk takjub.

Sebutkan berbagai peluang belajar yang didapatkan Adam dan Hawa pada Sabat pertama itu. Manakah dari peluang ini yang masih relevan saat ini, bahkan jika dalam bentuk yang berbeda? Bagaimanakah hal-hal tersebut dapat memperkaya hari Sabat Anda?

Berikan Komentar

%d bloggers like this: