Wednesday, December 16

Yesus menghormati dan menjunjung tinggi hukum Allah (Mat. 5: 17, 18). Namun Yesus juga mempertanyakan interpretasi para pemuka agama tentang hukum dan peraturan. Kritikan dari Yesus yang paling mengancam terhadap peraturan keagamaan adalah bagaimana la memelihara hari Sabat. Rumah-rumah ibadat pasti selalu menjadikan hari Sabat kesempatan untuk mendidik-Taurat selalu pasti dibacakan dan ditafsirkan. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi tahu betul surat hukum. Namun, Yesus melangkah lebih jauh dalam pendidikan hari Sabat-Nya bagi para pengikut-Nya.

Baca Matius 12:1-13 dan Lukas 13:10–17. Apakah yang Yesus ajarkan kepada orang-orang pada zaman-Nya, dan pada kita dewasa ini, melalui peristiwa-peristiwa ini?

Kontroversi seputar penyembuhan Yesus pada hari Sabat menyebabkan perdebatan rohani yang penting tentang sifat dosa, alasan hari Sabat, hubungan antara Yesus dan Bapa, dan otoritas Yesus.

Sikap Yesus terhadap Sabat dirangkum dengan baik dalam ayat hafalan kita pekan ini: “Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat’” (Mrk. 2: 27, 28). Dia ingin menekankan bahwa hari Sabat seharusnya tidak menjadi beban. Hari Sabat “dijadikan” (diciptakan) sebagai kesempatan unik bagi orang-orang untuk belajar tentang karakter Allah yang membuat Sabat dan belajar melalui pengalaman dengan menghargai ciptaan-Nya.

Dengan menimbulkan banyak pertanyaan melalui perilaku-Nya, Yesus mendorong murid-murid-Nya, para pemimpin Yahudi, dan orang banyak untuk berpikir lebih dalam tentang Kitab Suci dan tentang apa arti iman dan Allah mereka. Sangat mudah bagi kita untuk terjebak dalam segala bentuk peraturan, yang mana peraturan itu sendiri tidaklah buruk. Namun sering kali peraturan-peraturan terlalu diutamakan dan seolah dijadikan sebagai tujuan akhir, daripada sarana untuk mencapai tujuan. Tujuannya yang sebenarnya adalah untuk mengenal karakter Tuhan yang kita layani. Inilah yang akan kemudian menuntun kita pada kepatuhan kita yang setia kepada-Nya berdasarkan kepercayaan kita akan kebenaran Kristus bagi kita.

Bagaimanakah dengan pemeliharaan Sabat Anda sendiri? Apakah Anda menjadikan hari itu menjadi penuh dengan tidak-boleh-ini-itu, daripada suatu waktu untuk sepenuhnya beristirahat dalam Tuhan dan untuk mengenal dia lebih dekat? Jika demikian, bagaimanakah Anda bisa berubah supaya Anda mendapat sesuatu yang lebih pada hari Sabat, sesuai apa yang Tuhan inginkan?

Berikan Komentar

%d bloggers like this: